Nama / Nim : Rio / 12001134
Kelas : 1D
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Judul : Biografi Ayah
Makul : Bahasa Indonesia
Di malam itu pada malam minggu, ketika itu hujan turun namun hanya sebentar, di malam yang mana pepatah anak muda adalah malam yang panjang, dan pada malam itu juga saya ingin pergi ke kota terdekat untuk menikmati malam minggu yang panjang itu, ketika hujan mulai reda saya pun meminta ijin kepada kedua orang tua saya untuk pergi, tapi karena hari agak gerimis maka kedua orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk perg, karena orang tua sudah melarang, maka saya pun menuruti itu, dalam hati ada kekesalan, sambil meratap dan duduk di sebuah kursi beliau menasehati saya.
Yang akan saya ceritakan adalah Ayah saya. Saya memang sengaja memilih beliau, karena saya sangat suka dengan nasehat beliau. Di suatu hari sambil mengobrol berdua, beliau memberi nasehat dan motivasi, nasehat dan motivasi yang pernah saya dengar dari beliau yaitu " nak dalam hidup ini kita jangan pernah gengsi, jika kalau kita mau sukses maka jangan malu dengan pekerjaan kita walaupun pekerjaan itu sebagai seorang petani, serabutan dan sebagainya. Ayah ku hobinya bermain bola Badminton, kita waktu saya Sekolah Menengah Atas dahulu waktu bola badminton di sukai di desa kami saya sering bermain bola badminton, saat beliau menonton saya saat bermain beliau selalu mensupot saya beliau memberi tahukan teknik-tekhniknya. Jika saya bermain bola badminton dengan beliau maka saya tidak mampu untuk mengalahkan beliau, karena beliau sudah berpengalaman dan mahir dalam bermain. Suatu hari saya pernah mengobrol dengan beliau, ayah saya pernah bercerita kepada saya tentang kehidupannya masa kecil " dulu ayah jika punya uang maka uang tersebut ayah masukkan ke dalam kaleng, setelah di masukkan kedalam kaleng maka ayah pun menguburnya agar tidak di ketahui oleh orang lain". Beliau lahir di desa Labay mandiri kabupaten melawi pada tahun 1979, beliau adalah anak ke empat dari sembilan bersaudara, tetapi ketiga saudara ayah saya sudah meninggal saat mereka masih kecil, dan jumlah saudara ayah saya sekarang adalah enam orang. Ayah saya ketika waktu masih kecil tidak mewah hidupnya, beliau termasuk keluarga sederhana, namun di dalam kesederhanaan tersebut tidak membuat beliau berputus asa beliau selalu gigih. Nama ibu beliau adalah menet dan sedangkan nama ayah beliau adalah gudat, tapi saya selaku anak beliau tidak pernah melihat dan memandang wajah nenek saya karena nenek saya meninggal saat saya masih kecil, namum sekarang saya hanya bisa melihat nenek saya lewat foto saja. Pada suatu hari saya pernah mendengar tentang kisah kehidupan ayah saya kita masih kecil " Dulu saya pernah ikut bapak dan saudara-saudara saya untuk bekerja, saya dan mereka pernah berjalan kaki dari suatu tempat ke tempat yang lain". Beliau hanya tamatan Sd, setelah selesai SD, beliau dan kawan-kawannya pernah masuk pesantren, beliau pernah bercerita kepada saya, setau saya yang pernah beliau ceritakan di masa pesantren, beliau dan kawan-kawannya kabur dari pesantren karena di hukum untuk mengali kolam. Di masa mudah ayah saya, beliau suka merantau beliau pernah bekerja di sebuah PT yang Bernama PT Erna yang letaknya antara Kalimantan barat dan Kalimantan tengah, beliau pernah bercerita kepada saya "Bapak dulu jika di PT sedang nganggur maka bapak mencari kerja yang lain, bapak dulu pernah membuang atau menimba air di jalan supaya mobil Loging pembawa kayu lancar dalam perjalanannya. Ayah saya di PT Erna bekerja sebagai penebang pohon dalam hutan, di kampung tempat saya tinggal sekarang banyak orang-orang yang sama-sama bekerja di PT Erna tersebut, namun sekarang ayah dan orang-orang kampung saya sekarang sudah tidak bekerja di PT Erna tersebut, dan mereka kebanyakan sudah bekerja di daerahnya masing-masing, mereka bekerja ada yang sebagai petani, pedagang dan lain-lainny. Pada suatu hari saya pernah mendengar bapak saya bercerita tentang masa-masa beliau kerja dulu, jadi beliau mempunyai seorang teman yang selalu mensupot dan suka memberi nasehat kepada bapak saya, bapak saya pernah bilang, "Dulu pas waktu saya bekerja ada seorang teman saya yang selalu mensupot dan memberi nasehat kepada saya" dan bapak saya dulu kalau di beri amanah oleh temannya untuk memegang uangnya maka bapak saya menjaga uang tersebut seperti beliau menyimpan uang dia sendiri. Setelah ayah saya tidak bekerja di PT Erna, ayah saya kerja di daerah ketapang, di sana beliau kerjanya sama dengan di PT Erna yaitu sebagai penebang pohon. Setelah bekerja di daerah ketapang, beliau bekerja lagi di daerah Maris, dan di sana beliau kerja sebagai penebang pohon juga. Setelah ayah saya kerja di daerah maris, ayah saya memutuskan untuk pulang kampung karena rindu dengan orang tua, kawan-kawan, saudaranya, dan kampung halamannya. Pada tahun 2002 beliau menikah dengan seseorang wanita yang beliau cintai, beliau menikah dengan prempuan satu desa dengan beliau namun beda dusunnya, beliau menikah dengan prempuan di dusun Tembawang Panjang dan dusun itu merupakan tempat saya tinggal sekarang, Beliau menikah dengan seorang prempuan yang bernama Ibu Marlina dan prempuan itu adalah ibu kandung saya. Pada tanggal 19 November tahun 2002, istri beliau melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Rio. Setelah beliau menikah dengan istri beliau, beliau melanjutkan lagi kerja di maris namun beliau kerja di sana hanya sebentar, setelah beliau bekerja di maris, beliau kembali ke kampung istrinya yaitu di dusun tembawang panjang. Ketika umur anak pertama beliau sekitar 2/3 tahun beliau dan keluarganya pindah ke kampung asal beliau yaitu di dusun labay mandiri, namun beliau dan keluarganya tidak terlalu lama tinggal di dusun labay mandiri, karena istri beliau merupakan anak yang paling bungsu dan mertua prempuan beliau tidak mau di ajak ke dusun labay mandiri, jadi beliau memutuskan untuk tinggal di dusun tembawang panjang di tempat kampung istrinya. Beliau di dusun tembawang panjang tinggal bersama istri beliau, anak laki-laki, dan ibu mertua prempuan beliau, mereka tinggal di sebuah rumah warisan dari mertua laki-laki beliau, dan beliau juga di dusun tembawang panjang bekerja sebagai petani Karet. Pada waktu itu saya pernah mendengar dari beliau "dulu waktu saya di kebun karet ada kawan saya yang mengajak saya untuk sekolah lagi, tapi saya tidak mau, biarkan anak-anak saya nanti yang sekolah". Pada tahun 2008 istri beliau melahirkan anak keduannya, dan anak yang keduannya adalah prempuan dan nama anak prempuan beliau adalah Ria. Beliau sekarang memiliki sebuah usaha yang telah lama beliau miliki yaitu membeli getah karet, selain membeli getah karet beliau juga bekerja sebagai petani karet, selain sebagai petani karet beliau saat ini menjabat sebagai anggota BPD di desa tembawang panjang, dan beliau juga memiliki usaha lainnya. Mungkin hanya itu Biografi singkat beliau, Waassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar